News Update
- Sate Petir Pak Nano: Disambar Sate Petir Racikan Pak Nano yang Bikin Ketar-ketir
- Sagoo Kitchen: Gurih Mantap! Nasi Goreng Kunyit Ayam Bledos di Resto Jadoel
- Melewati Garut? Jangan Lupa Makan Enak Dulu di 5 Tempat Ini
- Hotel Indonesia Natour Raih Penghargaan dari ITTA Foundation
- Beda Tahu Petis Bandung yang Dicicip Jokowi dengan Tahu Petis Semarang
- Redjeki Kuliner: Malas Masak? Pesan Saja Ayam Goreng dan Sayur Lodeh Enak Ini
- Sumber Bestik Pak Darmo: Empuk Gurih Bestik Lidah yang Menggoyang Lidah
- Waroeng Keroepoek : Menikmati Wedang Bergaya Kekinian di 'Cafedangan'
Benteng Tujuh Lapis
Setelah melihat makam kita bisa langsung melanjutkan dengan kendaraan
ke daerah Dalu-dalu Kec. Tambusai sekitar 23 km dari makam raja-raja
Rambah. Benteng tanah yang dibuat masyarakat dalu-dalu pada zaman
penjajahan belanda atas petua Tuanku Tambusai di atas bumbun tanah
ditanam bambu atau aur berduri. bekas benteng tersebut yang
ditinggalkan Tuanku Tambusai pada tanggal 28 Desember 1839. disekitar
daerah alu-dalu ini juga terdapat beberapa benteng-benteng yang disebut
Kubu.
http://www.rokanhulu.go.id/
http://www.rokanhulu.go.id/

Provinsi
